Selasa, 11 Januari 2011

Di Dadamu ada Sebuah Rumah

Barangsiapa tidak mengenal dirinya, mana mungkin dia mengenal penciptanya.


Ketahuilah...

Alloh Ta'ala telah menciptakan di dadamu sebuah rumah.

Itulah hati.

Dan Alloh Ta'ala telah meletakkan di dadamu singgasana untuk mengilmui Alloh Ta'ala yang keagunganNya beristiwa` padanya.

Dan Alloh Ta'ala dengan Dzatnya istiwa` di atas ‘ArsyNya, berbeda dengan makhlukNya.'

(Bagi Alloh) perumpamaan yang tinggi dalam mengetahuiNya, mencintaiNya, dan mentauhidkanNya beristiwa’ di atas ranjang hati, dan ranjang permadani ridho.

Alloh Ta'ala letakkan di sebelah kanan dan kirinya para penjaga syariatNya dan peritah-perintahNya.

Alloh Ta'ala membukakan pintu menuju surga rahmatNya, tenteram bersamaNya dan benar-benar berharap ingin berjumpa denganNya.

Alloh telah menurunkan hujan dengan siraman firman-firmanNya yang dengannya tumbuh wewangian dan pepohonan yang berbuah segala bentuk ketaatan seperti bertahlil, bertasbih, bertahmid dan mensucikan Alloh Ta'ala.

Alloh Ta'ala  menjadikan di tengah-tengah kebun tersebut pohon ma’rifah (pengetahuan) yang memberikan buah sepanjang masa dengan seijin dari Robbnya berupa cinta, bertaubat, takut bergembira dan berusaha mendekatkan diri kepadaNya.

Alloh mengalirkan dari (celah-celah) pohon tersebut apa yang akan menyiraminya berupa penggalian firman-firmanNya, memahaminya, dan mengamalkan segala wasiatNya.

Dan Alloh Ta'ala menggantungkan di dalam persinggahan tersebut, lentera yang meneranginya dengan cahaya pengetahuan dan dengan keimanan dan mentauhidkannya.

(Lentera) itu bersambung dari pohon yang berbarokah dan mengandung minyak yang tidak diketahui ujung timur dan baratnya, hampir-hampir minyaknya akan menerangi walaupun tidak disentuh api.

Kemudian Alloh Ta'ala melingkarinya dengan pagar yang akan mencegah segala hama perusak yang akan masuk.

Barangsiapa mengganggu kebun, niscaya mereka tidak akan sanggup dan Alloh Ta'ala meletakkan penjaga dari kalangan Malaikat yang akan menjaganya baik di waktu dia tertidur ataupun terjaga.

Kemudian Alloh Ta'ala  mengingatkan pemilik kebun dan rumah tersebut untuk dia tinggal padanya dan selalu membersihkan tempat tinggalnya serta segala apa yang akan mengotorinya agar penghuninya ridho (untuk menempatinya).

Ketika dia merasakan ada sesuatu yang mengotorinya dia berusaha untuk membersihkannya karena khawatir jika yang menempatinya itu (tidak) mau tinggal padanya.

Aduhai betapa nikmatnya orang yang tinggal padanya dan tempat tinggal tersebut.(Al-Fawa`id hal. 190).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar